iklan

lagi cari sesuatu? Gunakan fasilitas ini ..

16 Mei 2010

Internet Unlimited Telkomsel Flash pakai Kartu Simpati/As.

Salah satu kendala yang menyebabkan saya tidak pernah peng-update isi blog ini adalah tidak tersedianya akses internet yang memadai di daerah ini (Ternate/Tidore). Pertamanya saya mencoba IM2 BROOM (Unlimited) yang dulunya saya pakai waktu masih di Jogya. Tetapi akses yang tersedia sangatlah lambat. Maklum, untuk Indosat sampai saat ini masih mengandalkan teknologi GPRS untuk daerah kami.
Akses Unlimited lain yang tersedia pada saat itu adalah dengan memakai telkomflash, tetapi sayaratnya harus memakai kartu HALO. Duh ... sayang rasanya berpindah/ganti nomor lagi.

Namun, penantian tersedianya akses 24 jam dengan harga yang cukup murah akhirnya selesai. Sekitar 2 minggu lalu, saya mendapat info kalau sekarang Kartu Simpati maupun AS dapat dipakai untuk internetan Unlimited. Sedikit tidak percaya pada awalnya, namun setelah saya mengecek ke web Telkomsel, ternyata berita itu memang benar.

Akhirnya saya mencoba registrasi. Namun karena saya masih mempunyai paket telkomflash yang masih aktif, maka registrasi gagal. Registrasi ternyata baru bisa/diijinkan jika paket telkomflash sudah berakhir masa aktifnya. tepaksa saya harus menunggu selama 5 hari lagi.

Setelah 5 hari berlalu, registrasi yang saya lalukan kembali, sukses tanpa ada halangan. Registrasi dilakukan dengan menghubungi *363#.

Setelah menghubungi *363#, akan muncul beberapa pilihan. Kita bisa memilih option no. 3 Unlimited. Kemudian pilih paket yang mau dipakai.

Pilihan paket yang tersedia ada beberapa:

  1. Rp. 50.000 untuk internet unlimited 14 hari dengan kecepatan maks. 384kbps.
  2. Rp. 100.000 untuk internet unlimited 30 hari dengan kecepatan maks. 384kbps pada batas pemakaian wajar
  3. 200.000 untuk internet unlimited 30 hari dengan kecepatan maks. 512 kbps pada kecepatan wajar.
Pada pemakaian awal ini, saya hanya mencoba yang paket no. 2 saja. dengan paket ini, menurut telkomsel, kita dapat mengakses internet dengan kecepatan 384kbps sampai dengan pemakaian sebanyak 500MB. Setelah kuota 500MB tercapai, kecepatan akan turun menjadi maks. 64kbps.
Namun pada kenyataan yang saya temua, kecepatan itu tidaklah bisa tercapai. Kecepatan maksimal yang saya dapat hanya mentol di titik 180-an kbps.
Untuk kecepatan setelah kuota 500MB tercapai, saya belum bisa cerita banyak. Karena kuota saya mungkin baru terlewati sebentar sore atau malam.

Nah, bagi yang tinggal di wilayah Ternate/Tidore, mungkin ini salah satu solusi termurah untuk mendapatkan akses internet 24jam, dengan harga yang cukup murah (Dibanding jika Anda pergi ke warner yang tarifnya masih bertahan di level 8000 atau 7000an perjam.

Baca selengkapnya ...

23 November 2008

Handphone (LG KU250) Sebagai Modem pada Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex

Setelah kemarin berhasil menginstal dan meng-update Ubuntu 8.10 (intrepid Ibex) dan Ubuntu 8.04 (keduanya Open Source), saya kemudian mencoba untuk menggunakan handphone LG KU250 pada sebagai modem pada ubuntu 8.10 (untuk Ubuntu 8.04 liat di sini)buat ngakses internet. Handphone type ini memang dulunya saya beli buat jadikan modem, karena sudah mendukung 3G dgn harga yang 1juta-an rupiah. Tapi selama ini masih sering dipakai di Windows XP saja.
Pada prinsipnya, langkah yang saya gunakan sama saja dengan ketika saya coba instal di Ubuntu 8.04.
Cuma ketika saat pertama kali saya hubungkan antara port USB dan Handphone LG KU250, ada sedikit kejutan yang diberikan oleh Ubuntu 8.10. Yakni secara tiba-tiba muncul pop up yang menginformasikan beberapa Acces Point yang perbah saya setting di hand[hone tersebut. Diantaranya Telkomflash, Indosat IM3, dan IM2. Saya disuruh untuk memilih yang mana yang saya akan pakai. Karena saat ini simcard yang tertanam di handphone itu adalah IM2, maka saya pun memilih IM2. (pada Ubuntu 8.04 hal ini tidak terjadi)

Ok... kita mulai.
Karena saya yakin bahwa handphone ini sudah dikenal baik oleh Ubuntu, maka saya langsung masuk ke terminal. Aplications >> Accessories >>Terminal
Kemudian saya lakukan perintah-perintah berikut:

nisa-abdo@nisa-abdo:~$ sudo su [enter]
[sudo] password for nisa-abdo: ******** [enter]
root@nisa-abdo:/home/nisa-abdo# cd .. [enter]
root@nisa-abdo:/home# cd .. [enter]
root@nisa-abdo:/# wvdialconf [enter]
root@nisa-abdo:/home/nisa-abdo# wvdialconf [enter]
Editing `/etc/wvdial.conf'.

Scanning your serial ports for a modem.

Modem Port Scan<*1>: S0 S1 S2 S3
WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 Z -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
ttyACM0<*1>: Modem Identifier: ATI -- Manufacturer: QUALCOMM INCORPORATED
ttyACM0<*1>: Speed 4800: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 9600: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 19200: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 38400: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 57600: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 115200: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 230400: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 460800: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Max speed is 460800; that should be safe.
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK

Found an USB modem on /dev/ttyACM0.
Modem configuration written to /etc/wvdial.conf.
ttyACM0: Speed 460800; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"

Kemudian saaya lanjutkan dengan mengedit wvdialconfig untuk memasukkan paramaeter atau data data untuk berhubungan dengan IM2

root@nisa-abdo:/home/nisa-abdo# gedit /etc/wvdial.conf
[enter]

muncul sebuah teks editor. Editlah sesuai dengan settingan operator Anda. Sebagai contoh, saya menggunakan IM2. Phone number *99#, Access Point:indosatm2, username: ****** (rahasia dong) dan password: ******* (rahasia juga). Lihat contoh berikut:

[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem Type = USB Modem
ISDN = 0
New PPPD = yes
Phone = *99#
Modem = /dev/ttyACM0
Username = XXXXXXX
Password = XXXXXXXXX
Baud = 460800

Kalau sudah diedit, silahkan di save dan ditutup. Kemudian ketikkan perintah berikut untuk mendial:

root@nisa-abdo:/home/nisa-abdo# wvdial

perintah ini kemudian akan memunculkan beberapa baris yang tidak perlu kita tahu maksudnya apa. Kalimat-kalimat yang muncul mungkin pada termianal seperti ini:

--> WvDial: Internet dialer version 1.60
--> Cannot get information for serial port.
--> Initializing modem.

--> Sending: ATZ
ATZ OK
--> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 OK --> Modem initialized.
--> Sending: ATDT*99#

--> Waiting for carrier. ATDT*99# CONNECT
--> Carrier detected. Waiting for prompt.

--> Don't know what to do! Starting pppd and hoping for the best.

--> Starting pppd at Fri Nov 21 16:46:29 2008

--> Pid of pppd: 7186

--> Using interface ppp0
--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]
--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]

--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]

--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]

--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]

--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]
--> local IP address 114.58.95.8
--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]
--> remote IP address 10.64.64.64

--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]
--> primary DNS address 202.155.0.10
--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]

--> secondary DNS address 202.155.0.15
--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]


atau penampakan seperti pada gambar berikut:

[GAMBAR TERMINAL]

Nah.. jika demikian berarti sudah terkonek.

Tapi ketika saya mencoba browsing, ternyata belum bisa. PAdaha, download email pakai Thunderbird, YM pakai Pidgin dan Kopete sudah mantap.
Setelah tanya ke sana kemari, masalahnya ada di settingan Firefox. Firefoxnya dalam keadaan stting mode offline. Jadi saya harus kembalikan lagi. Pada window firefox klik Menu File >>Work Offline (tanda centang dibuka).

Beres deh...!

Oh.. iya kalaumau disconnect secara umu terdapat dua cara yakni cara lemubt dan anarkis. Mau pilih yang mana..? Yang lembut aja ya... .
Kembali ke terminal (selama koneksi, terminal jangan sampai ditutup karena ini merupakan salah satu cara anarkis untuk Disconnect). Kemudian tekan Ctrl+C di keyboard.

Komentarnya ya? Kalau ada pertanyaan, semoga saya bisa jawab.
Selamat mencoba.


A | Kha

Baca selengkapnya ...

16 November 2008

Dasar Kompresi-Dekompresi (bag. I)

Kompresi data (data compression) adalah sebuah proses yang mengubah stream data input menjadi stream data output dengan ukuran yang lebih kecil. Proses pembalikan data yang sudah dikompres menjadi data seperti semula disebut dekompresi (decompression). Stream data digunakan sebagai istilah untuk menunjukkan sebuah proses pembacaan atau penulisan data dari atau ke sebuah file atau dari sebuah buffer dalam memori komputer.

Walaupun telah banyak algoritma kompresi yang dikembangkan, tetapi prinsip utama dari algoritma-algoritma tersebut seringkali sama, yakni senantiasa mencoba untk mengurangi redudansi dalam stream data input. Redudansi adalah tingkat optimalisasi suatu metode. Makin kecil nilainya, maka makin optimal metode tersebut.

Pada kompresi data, sebuah kode biasanya sama dengan sebuah bit string. Pada teori informasi, kode adalah sebuah simbol yang mewakili simbol lain. Simbol dapat berupa sebuah karakter atau huruf, walaupun tidak harus seperti itu.

Pada komputer, kode standar yang umum digunakan adalah kode ASCII (American Standards Committee for Information Interchange) yang terdiri dari 256 huruf, yang dienkode masing-masing dengan 8 bit.(lihat lampiran 1). ASCII digunakan sebagai representasi standar pada dunia komputer karena kemudahan perpecahan sebuah pesan menjadi sebuah huruf. Ini mudah dilakukan karena setiap huruf memakai kode yang sama panjangnya. Tentu saja, untuk aplikasi-aplikasi tertentu penggunaan kode ASCII kurang efisien.

Hal ini bisa dilihat pada teks bahasa Indonesia, huruf 'e' dengan kode ACII 101(16) atau 01100101(2) sering dipakai. Sebaliknya huruf-huruf tertentu seperti Umlaut atau “ΓΌ” dengan kode ASCII 252 jarang digunakan, bahkan tidak ada kata dalam bahasa Indonesia yang menggunakan huruf tersebut. Oleh karena itu untuk bahasa Indonesia kurang bagus jika menggunakan kode ASCII 8 bit. Karena akan terjadi pemborosan.


Source: http://kiematubu.blogspot.com

Baca selengkapnya ...
 

blogger templates 3 columns | Make Money Online