
Pada ajang Apple's World Wide Developers Conference (WWDC) tahun 2009 yang berlangsung di San Francisco, Apple merilis browser terbarunya yakni Safari 4 yang diklaim jauh lebih kencang daripada Internet Explorer 8, Firefor 3, dan Crome (buatan Google).
Peningkatan kecepatan ini disebabkan adanya fitur Nitro Engine pada Safari 4 yang mempunyai kemampuan empat kali lipat dibandingkan dengan Safari versi sebelumnya, untuk membuka halaman web. Bahkan Apple sesumbar dengan fitur tersebut, browsernya dapat mengeksekusi JavaScript sekitar 8 kali lebih cepat daripada IE8 dan 4 kali lebih cepat daripada Firefox 3 berdasarkan pengujian iBench dan SunSpider.
Selain hal tersebut, Safari 4 juga menawarkan beberapa fitur baru yang mempermudah dan mempercepat pengguna untuk memilih website yang akan dikunjungi. Safari 4 menciptakan cara mengunjungi kembali halaman-halaman web yang pernah dibuka dengan lebih cepat dan mudah. Fitur-fitur tersebut antara lain TopSites, CoverFlow, dan Full History Search.
TopSites memberikan preview halaman-halaman situs favorit dalam satu halaman. Safari 4 akan melacak situs yang paling sering dikunjungi pengguna dan akan menempatkan 24 thumbnail situs paling favorit dalam halaman TopSites.
CoverFlow malah menampilkan tampilan semua halaman muka website yang pernah dikunjungi dan tersimpan dalam history dan bookmark. Bentuknya dibuat mirip sebuah buku dan untuk membuka halaman-halamannya cukup dengan menggeser kursor. Ini memudahkan pengguna untuk mengunjungi kembali halaman yang pernah dikunjunginya. Fitur seperti sebelumnya sudah diperkenalkan di iPod dan iPhone.
Jika seorang pengguna lupa halaman apa mana yang pernah dilihat dan akan dikunjunginya lagi, gunakan Full Search History di halaman TopSites. Safari 4 menyimpan semua data teks di semua halaman web yang tersimpan dalam history.
Sebagian fitur-fitur tersebut sebenarnya mirip dengan yang ditaarkan Chrome buatan Google atau Opera terbaru (Opera Turbo). Namun, selalu yang membadakan software buatan Apple dengan lainnya adalah soal penampilan. Kesan 3D sangat kental di Safari 4. Jadi, coba saja kalau ingin membuktikan.
Safari tersedia dalam versi untuk Mac dan Windows. Software ini dapat diunduh cuma-cuma di halaman Apple.
Mari kita unduh dan uji sama-sama. Insya Allah, hasil uji coba akan dilaporkan di Blog ini juga.
iklan
10 Juni 2009
Browser Safari 4, Katanya Lebih Kencang.........
Diposting oleh A | Kha di 10:03:00 PM 0 komentar
13 Mei 2009
Susahkah menggunakan Linux?
Pertanyaan ini nampaknya akan selalu muncul bagi orang pernah dengar-dengar mengenai sistem operasi yang satu ini dan tertarik untuk mencobanya namun tidak berani ambil resiko. Atau, ada juga orang yang pernah melihat dan sedikit mencoba sistem ini di komputer temannya dan merasa agak kesulitan. Semua itu saya kira wajar-wajar saja.
Hal ini sama saja dengan orang yang terbiasa menggunakan motor bebek yang dan beralih ke motor vespa. Tentu ada kesulitan-kesulitan yang pertama akan dihadapi. Tapi benarkah Linux susah bagi orang awam?
Pengalaman pertamaku berkenalan dengan Linux terjadi 11 tahun yang lalu. Saat itu memang benar, Linux masih sepertinya masih sangat susah dipelajari dan dipakai. Antar muka sistem operasi sangat susah.Kebetulan memang, komputer yang saya coba menggunakan text based. Jadi semua perintah diketikan. Tidak memakai mouse, walaupun sebenarnya sudah mendukung. Sistem oprarasinya klo gak salah RedHat (versi??).
Tapi hal itu sudah tidak terjadi lagi sekarang ini. Model text based sekarang biasanya hanya dipakai untuk Linux yang diperuntukkan sebagai server (walaupun bisa juga menggunakan GUI) atau bagi penguna yang memang benar2 "maniak" terhadap linux. Linux dengan ratusan (atau bahkan mungkin ribuan) variannya telah memberikan kenyamanan mata bagi pengguna sistem oprasi ini.
Dikala sistem oprasi windows belum bisa memberikan efek transparant, Linux sudah bisa. Efek 3Dimensi di windows dimulai pada era Windows Vista, padahal Varian Linux, yakni Suse (bukan Susi ya ...) telah menggunakan efek itu jauh sebelumnya. Semua ini jika dilihat dari sisi tampilan.
Nah... bagaimana dengan kemudahan pengoperasian?
Menurut pengalaman saya, sebenarnya sama saja. Selama kita mengenal komputer dengan baik, kita dengan mudah beradaptasi.
Bagi yang pernah menggunakan komputer di era awal 90-an, tentu mengenal dengan sangat baik WS dan Lotus123. Saat itu, kedua aplikasi ini, sangat populer untuk pekerjaan edit dokumen dan spreedsheet. Bagi pengguna yang sudah terlanjur familiar dan lancar menggunakan keduanya, akan "merasa" sangat kesulitan untuk beralih ke MS Word dan MS Excel (keduanya merupakan produk Microsoft). Padahal, kita yang berada di era sekarang ini, tentu akan berkata sebaliknya.
Hal yang sama tentu akan terjadi juga ketika beralih ke Linux. Setidaknya itulah yang terjadi ketika UGM dengan program UGOS-nya, mulai mencapakan gerakan open source ke semua unit-unit universitas. Kesulitan terbesar sebenarnya adalah "KETAKUTAN UNTUK BERUBAH".
Selain penggunaan, bagaimana dengan instalasi? Katanya susah.....!
Saya dengan berani menjawab bahwa, pada saat instalasi Linux (khususnya Ubuntu) jauh lebih mudah dari pada Instalasi Windows. Kesulitan utama hanya ada pada saat pembagian dan penentuan partisi, apalagi kalau mau menggunakan dual boot. Tapi selain dari itu, saya tinggal klik Next..Next... dan Next. Setelah selesai, maka aplikasi standar, mulai dari word processor sampai pemutar image editing sekelas Photoshop telah terintal dengan baik... dengan hanya menggunakan 1 CD.
Bandingkan dengan windows... setelah SO Windows terinstal, install MS Office (tentu dgn CD yang berbeda), kemudian instal ini ... itu ... dll.
Bagaimana kalau mau mencoba, tetapi tidak mau ambil resiko. Solusinya sangat mudah. Kita tinggal menggunakan CD intaller Ubuntu sebagai Live CD. Ubuntu akan berjalan di komputer kita tanpa terinstal. Dengan Live CD kita sudah bisa mencoba aplikasi standar Ubuntu (Word processing, Spreedsheet, Presentation, game, Browser, dan sebagainya). Kelemahannya, terasa lambat, karena berjalan dari CD-ROM.
Satu hal lagi, selama memakai menginstal Ubuntu di kompi2 yang saya miliki, hampir selalu tidak ada masalah dengan hardware. Tentu saja, hal ini tidak selalu berlaku. Ubuntu selalu bisa mengenali hardware yang saya pake dengan baik. Printer pun demikian. Jadi klu driver printer di windows anda hilang, maka silahkan pusing sampai 8 keliling. Tp di,Ubuntu tidak demikian. Setelah instalasi dasar, printer (terutama merek HP) langsung bisa dipakai.
Keunggulan lainnya, komputer kita akan lebih aman terhadap ancaman virus. Keluhan utama bagi teman2 yang mengunakan windows adalah soal virus. Efeknya, tiada hari tanpa up-date antivirus. Sebuah pekerjaan yang membosankan.
Kalaulah, mau dikemukakan semua kelebihan Linux(Ubuntu) tentu tidak cukup 1-2 halaman. Tujuan saya menulis ini, hanya sekedar membuka mata bagi yang sudah terlanjur takut dengan Linux. Linux tidak lah seseram yang dibayangkan. Bahkan Ubuntu sebagai salah satu varian Linux yang paling banyak dipakai mempunyai semboyang "Linux for human being".
Seharusnya kita lebih takut terhadap dosa dan virus yang selalu membayangi pengguna windows. Dengan memakai Ubuntu, kedua hal tersebut bisa diatasi.
Dari pada menggunakan Windows bajakan, mari gunakan software Open Source. Dosa kita sudah terlalu banyak untuk ditambah lagi.
Semoga bermanfaat.
Diposting oleh A | Kha di 9:26:00 AM 0 komentar
Label: e-Life Style, Linux, Open Source, Sistem Operasi, Ubuntu, Windows
17 Maret 2009
Review: Menjajal Opera Turbo
Kabar akan segera munculnya browser terbaru Opera, yakni Opera Turbo sudah tersebar beberapa waktu lalu. Ketika kabar itu muncul, saya sempat mengunjungi web site resmi Opera untuk mengeceknya. Kemarin, tanggal 16 Maret 2009, saya membaca di detik.com, bahwa browser ini sudah dikeluarkan versi-betanya. Sayapun kemudian mendownload untuk mencoba dan menjajal "kegarangannya".
Besar file instalasi untuk Opera Turbo terbilang kecil, hanya sekitar 6,2MB (lebih kecil dari Firefox3, 7,2MB). Bandingkan dengan browser Safari yang besarnya sekitar 26 MB. Proses instalasi juga cukup singkat. Jauh lebih singkat ketika saya menginstal Chrome, yang walaupun file instalasinya kecil tapi memerlukan waktu dalam instalasi, karena dilakukan secara online.
Ketika saya mulai membuka browser ini, memang terasa lebih ringan. Jauh lebih ringan dibandingkan dengan Firefox 3.
Pada jendela browser yang sudah terbuka, nampak ada kesamaan fasilitas dengan browser Safari, yakni adanya speeddial, yang berisi daftar web yang menjadi favorit beserta tampilannya. Untuk mengaktifkan akselerasi, kita harus meng-klik icon pada sudut kiri bawah (enabled)
Dari segi kecepatan download, memang terasa perbedaan. Untuk web yang mengandung gambar, memang terasa jauh lebih cepat, karena Opera Turbo melakukan kompresi pada file gambar. KEcepatan akselerasi bisa dilihat pada indikator yang ada pada sudut kiri bawah.Namun, jika web yang dibuka cuma mengandung teks murni, sepertinya tidak berbeda. Entahlah kalau kita menggunakan tools yang khusus buat mengukur kecepatan dowload.
Dengan adanya proses kompresi ini, otomatis besar file yang terdownload akan menjadi sedikit, sehingga sangat cocok bagi yang menggunakan akses internet dengan hitungan volume based.
Untuk kompresi ini, pihak Opera menggunakan sebuah teknologi yang diberi nama 'Opera Web Optimization Proxy'.
Akibat dari kompresi gambar yang dilakukan, tampilan gambar yang muncul memang tidak sempurna. Jadi browser ini lebih cocok bagi Anda yang tidak terlalu mengutamakan kualitas tampilan tapi ingin membaca artikel pada web yang mempunyai content gambar cukup banyak.
Menurut pihak Opera, kelebihan browser ini akan sangat terasa pada koneksi dibawah 100kbps dan kektika kita membuka tab yang sangat banyak. Apa benar? Nantilah saya coba untuk yang satu ini.
Disamping kelebihan, tentu saja browser ini mempunyai kelemahan. Saya pertama menemukannya ketika membuka situs detik.com. Kelemahan yang nampak adalah kita tidak bisa menutup (Close) iklan yang melayang dari detik.com. Padahal di browser lain, seperti halnya Firefox, tindakan ini sangat gampang dilakukan. Saya kurang tahu, apa karena plugin untuk hal ini memang tidak ada atau merupakan bug, belum ada jawaban.
Hal lain adalah ketika kita ingin membuka suatu link, sebelum web terbuka dengan sempurna, pointer tidak segera berubah jadi "tangan" ketika kita menempatkannya di sebuah link. Jadi, kalau sebuah link tidak diberi tanda khusus (misalnya warnanya lain dan digaris bawah), maka kita tidak akan mengenalinya sebagai sebuah link. Baru pada saat kita klik tombol STOP, pointer baru berubah jadi "tangan" jika ditempatkan si atas link. Nampaknya hal ini masih perllu penanganan lebih jauh dari pengembang Opera Turbo.
Kesimpulan: browser ini cukup menjanjika, terutama bagi mereka yang kecepatan internetnya masih sangat rendah. Namun, tentu saja setelah berbagai kelemahan di at as diatasi. Atau bisa juga, kelemahan itu merupakan harga yang harus dibayar untuk mendapatkan browser yang bisa melakukan akseerasi dengan cepat. Entahlah....
Bagi yang ingin inkut menjajal, silahkan langsung didownload. Saat ini, instalasi disediakan untuk sistem operasi Windows, Linux/UNix dan Mac OS X
Diposting oleh A | Kha di 7:31:00 AM 0 komentar
Label: Internet, Open Source, Windows
09 Maret 2009
Me-non-aktifkan Fungsi/Fasilitas Autorun pada Windows
Penyebaran virus di Indonesia sebagian besar terjadi melalui media flashdisk. Ini terjadi karena ketidak hati-hatian pengguna. Virus hampir atau bahkan semua virus yang terinfeksi pada komputer telah diprogram secara otomatis untuk menginfeksi flashdisk jika ditancapkan pada port USB. JIka flash disk tersebut ditancapkan pada komputer yang lain, maka peluang unjuk terjangkiti menjadi sangat besar. Apalgi kalau fungsi autorun aktif.
Dengan aktifnya fungsi autorun, maka virus yang sudah mendekam di dalam flashdisk tadi, secara otomatis akan tereksekusi dan menginfeksi komputer yang sebelumnya belum terinfeksi. Proses inilah seperti inilah yang sering terjadi.
Untuk mengatasinya, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan me-non-aktifkan fungsi autorun di windows.
Perlu diperhatikan, sebaiknya Anda hati-hati dalam mengedit Registry. Kesalahan mengedit Registry bisa menyebabkan WIndows Anda mabuk.
Segala resiko yang terjadi menjadi tanggung jawab Anda sendiri.
Semoga bermanfaat.
Diposting oleh A | Kha di 8:16:00 AM 0 komentar
Label: Sistem Operasi, Virus, Windows
16 November 2008
Menjalankan OS dari USB Flash Disk(1)
Oleh: Gunung Sarjono
Anda sudah pernah booting dari CD dan floppy disk, tetapi bagaimana dengan USB Flash Disk? Penggunaan mereka sebagai tempat penyimpanan file semakin meningkat, tetapi kemampuannya sebagai perangkat bootable relative belum diketahui. Kita lihat bagaimana…
1. Periksa Kompatibilitas BIOS
Jalankan PC Anda dan sebelum Windows boot, masuklah ke sistem BIOS dengan menekan tombol Delete, F2, F12, atau tombol apapun yang diperlukan oleh PC Anda. Bukalah tab atau menu Boot, cari opsi USB Boot dan ubah ke enable. Kemudian masuklah ke menu Boot Device Priority dan naikkan opsi USB device sehingga berada di atas harddisk Anda. Simpan perubahan yang Anda buat dan keluarlah dari BIOS.
Biarkan Windows boot seperti biasanya dan persiapkan image operating system yang akan Anda gunakan.
2. Siapkan Image OS
Anda memerlukan file bootable untuk USB Flash Disk (UFD). File tersebut merupakan kunci starter untuk operating system yang ingin Anda boot dari UFD. OS yang bisa Anda boot dari UFD terbatas, ini karena kapasitas dari UFD itu sendiri dan file yang tersedia. DOS merupakan pilihan yang sudah pasti dan
karena kebanyakan boot disk DOS hanya berukuran beberapa MB, Anda bisa memasukkan mereka ke UFD. Pilihan lainnya adalah Windows 98/Me start-up disk. Semua file yang dibutuhkan untuk itu bisa di-copy dari disket atau di-download.
3. Siapkan Utiliti yang Diperlukan
Windows tidak selalu bisa memformat UFD dan membuatnya bootable. WinImage merupakan utiliti yang bisa gunakan di sini. WinImage merupakan aplikasi shareware yang memungkinkan Anda untuk mentransfer file ISO image ke perangkat USB. Anda bisa men-download WinImage dari http://www.winimage.com. Utiliti lain untuk membuat bootable disk pada UFD adalah MKBT yang merupakan utility freeware. MKBT sedikit lebih sulit dibanding WinImage tetapi mempunyai fleksibilitas jauh lebih besar begitu Anda mengenalnya. MKBT dapat meginstalasi FAT, NTFS, atau RAW boot sector pada UFD. Anda bisa mendapatkan MKBT dari http://www.nu2.nu/mkbt.
4. Instalasi Utiliti untuk Transfer Image
Jika Anda men-download MKBT, maka yang kemudian perlu Anda lakukan hanyalah mengekstrak file download dan langsung saja jalankan program. Namun, hal sebaliknya terjadi bila Anda men-download WinImage. Klik ganda file instalasi dan kemudian pada kotak dialog yang muncul klik Next. Pada halaman Registrasi, kosongkan saja bagian Name dan Registration Code dan kemudian klik Next. Untuk langkah selanjutnya, Anda bisa mengikuti petunjuk yang diberikan. Sebagai contoh di sini kita akan menggunakan WinImage. (Perlu dicatat bahwa jika belum menggunakan registrasi Anda hanya bisa menggunakan WinImage lama 30 hari).
5. Transfer Image OS Ke UFD
Masukkan UFD ke salah satu slot USB pada PC Anda dan kemudian jalankan utiliti yang akan digunakan
untuk mentransfer boot file. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa contoh di sini menggunakan WinImage, oleh karena itu langsung saja jalankan program. Pada menu File pilih Open. Cari file image yang telah Anda siapkan sebelumnya pada langkah 2 dan kemudian klik Open. Pada menu Disk dan kemudian klik perangkat USB Anda. Buka kembali menu Disk dan kemudian klik Write Disk. Pastikan tidak ada yang penting karena semua file yang terdapat pada UFD akan terhapus.
6. Boot Komputer dengan UFD
UFD Anda sekarang telah menjadi bootable disk, sehingga biarkan tercolok pada PC Anda dan restart. Asalkan Anda telah menaikkan urutan prioritas boot perangkat USB di atas harddisk, sistem Anda akan boot ke DOS/Windows dari UFD. Untuk memasukkan bootable OS yang lain ke dalam UFD Anda, ulangi langkah sebelumnya. Download, ekstrak, dan copy files system yang dibutuhkan ke UFD Anda. Jika Anda men-download file ISO (atau image yang lain, gunakan WinImage atau MKBT untuk mentransfer file image ke UFD Anda).
HP Format Tool dan Download Image
Windows tidak selalu bisa memformat USB Flash Disk (UFD) dan membuatnya bootable. Tool lain yang
dapat Anda gunakan adalah HP USB Disk Storage Format Tool. Meskipun disebutkan sebagai “Windows-based format utility for HP Drive Key or DiskOnKey USB device,” program tersebut dapat bekerja dengan
sebagian besar perangkat UFD. Jika program tidak dapat mengenali UFD yang Anda gunakan, maka Anda
bisa menggunakan WinImage atau MKBT. Jika Anda tidak mempunyai disket bootable atau image OS yang ingin digunakan, kunjungi http://www.bootdisk.com untuk men-download image start-up disk dari beberapa versi DOS dan OS lainnya.
Sumber: www.pcmedia.co.id
Diposting oleh A | Kha di 11:17:00 AM 0 komentar
Label: Peripheral, Sistem Operasi, Windows
Cara Mengembalikan Boot Windows
Sebenarnya saya agak malas menuliskan tutorial yang satu ini, sebab ketika seseorang sudah berhasil saya “pengaruhi” untuk memakai Linux (walaupun dual boot), saya ingin si Linux tersebut tetap bercokol di sana sampai kiamat.
Tapi kadang-kadang karena ketidaksabaran dan tidak adanya keinginan untuk belajar, banyak juga teman-teman yang ingin kompinya terbebas dari “wabah” linux.
Seperti kita ketahui, ketika kita menginstal linux pada sebuah komputer yang sudah dihuni oleh Windows, maka linux akan mengambil alih proses booting. Untuk mengembalikannya kepada Windows, berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:
- Masuk lah ke setup BIOS setelah terlebih dahulu menekan tompol Power di komputer Anda.
- Atur supaya komputer Anda booting dari CD ROM
- Siapkan CD Installer Windows, dan masukkan ke CD ROM, kemudian keluar dari BIOS Setup, setelah sebelumnya menyimpan hasil perubahan yang telah dilakukan.
- Pada tahap awal setelah komputer berhasil booting dengan menggunakan CD Installer Windows, tekan tombol R [repair]
- Kemudian pilih nomor partisi windows yang ada misalnya ‘1’ untuk 1:c:\windows
- Setelah itu masukkan password user administrator jika ada (jangan katakan bahwa Anda telah lupa passwordnya!!!)
- Setelah muncul tanda PROMPT yakni c:\windows> , ketikkan perintah “fixmbr” (tanda kutipnya jangan ikut di ketik ya…..). Lanjutkan dengan menekan ENTER
- Kemudian lanjutkan dengan perintah “exit” (sekali lagi… tanda kutip jangan ikut diketik!!) untuk keluar dari prompt.
- Reboot komputer Anda.
- Jika Anda cukup beruntung, maka Windows anda akan jalan dengan normal lagi.
- Kalau tidak berhasil.. hal itu bukan tanggung jawab saya. He he he….!
Source: http://stmik-tm.blogspot.com Baca selengkapnya ...
Diposting oleh A | Kha di 1:41:00 AM 0 komentar
Label: Sistem Operasi, Windows
Cara Mengembalikan GRUB Ubuntu.
Bagi kita yang masih menggunakan atau menginstal dua buah sistem operasi yakni Sistem Operasi Windows dan Linux pada satu buah komputer kadang-kadang mengalami kesulitan ketika Windows mengalami masalah dan perlu diinstal ulang.
JIka hal ini terjadi, maka proses booting yang pada mulanya dipegang oleh si "Tux" akan diambil alih oleh di "Jendela", sehingga kita tidak bisa masuk ke Sistem Operasi Linux, padahal sistem si Linux sudah kita "dandani" sedemikian rupa sampai kita tidak mampu mengalihkan pandangan ketika menatapnya.
Sayang ya ... kalau linuxnya kita harus instal ulang juga.
Berikut inicara untuk mengembalikan Grub Linux, khususnya Ubuntu sehingga kita bisa kembali berlama-lama memandangi si Lunux yang cantik dan menawan itu.
1. Siapkan CD Ubuntu. CD Ubuntu bisa anda dapatkan dengan berbagai cara, misalnya dengan memesan langsung dari canonical melalui www.ubuntu.com. Kalau koneksi anda cukup tangguh bisa download diberbagai server di Indonesia. Bagi yang terkoneksi dengan jaringan INHERENT bisa juga di berbagai mirror yang ada, misalnya http://kambing.ui.edu , http://info.ugm.ac.id atau repo.ugm.a.id
2. Setting bios komputer Anda agar bisa 1st booting via CD.
3. Booting deh.
4. Setelah berada pada Live Session (komputer berjalan dengan menggunakan Sistem Operasi yang ada di CD), bukalah Application >> Accesories..Terminal
5. Pada terminal (bukan terminal mobil ya..., tapi sebuah window yang tampilannya kayak jaman DOS dulu...), kemudian ketik:
sudo
6. Ketikkan perintah berikut:
grub>find /boot/grub/stage1
perintah ini bertujuan untuk mencari GRUB-nya
7. lanjutkan dengan perintah:
grub>root (hd0,partisi grub)
8. lanjutkan dengan perintah berikut:
grub>setup (hd0)
9. restart komputer untuk melihat hasilnya.
Agar lebih jelas perhatikan contoh berikut:
ubuntu@ubuntu:~$sudo grub
grub>find /boot/grub/stage1
hd0,5 (ternyata Grub ditemukan di (hd0,5)
grub>root (hd0,5) (parameter hd0,5 didapatkan dari perintah sebelumnya)
grub>setup(hd0)
grub>quit
Mudah-mudahan petunjuk di atas bisa membantu. Kalau ada pengalaman lain, bisa dibagi di blog ini.
Penulis tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang ditimbulkan oleh tutorial ini.
Sumber: http://stmik-tm.blogspot.com
Diposting oleh A | Kha di 1:32:00 AM 0 komentar
Label: Linux, Sistem Operasi, Ubuntu, Windows