iklan

lagi cari sesuatu? Gunakan fasilitas ini ..

05 Juni 2009

Apakah kita akan ketinggalan dari Timor Leste?

Pakar dan praktisi ICT (Information and Communication Technology) Onno W. Purbo dan kawan-kawan, beberapa hari lalu memberikan pelatihan Open Source di Timur Leste, yang merupakan negara pecahan dari Indonesia. Kemal Prihatman, Asisten Deputi Urusan Pengembangan dan Pemanfaatan TI Ristek yang ikut dalam acara tersebut melihat bagaimana antusiame masyarakat Timur Leste dalam belajar Open Source. Antusiasme tersebut bukan hanya dari masyarakat saja, tapi didukung oleh sejumlah pihak yang berkepentingan, mulai dari pejabat pemerintah sampai komunitas IT. Antusiame tersebut dikatakan melebihi apa yang telah terjadi di Indonesia. Akankah kita ketinggalan dari Timor Leste dalam bidang ini pada beberapa tahun mendatang?

Kalau tidak dari sekarang kita mengakselerasi penggunaan Open Source di Indonesia, nampaknya beberapa tahun mendatang kita pun ditinggalkan oleh Timur LEste dalam bidang ini. Oleh karena itu, menurut Kemal, tahun 2011 dijadikan sebagai titik balik penggunaan Open Source di instansi pemerintah.Target ini merupakan bagian dari isi surat edaran dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara pada 5 April lalu yang isinya mewajibkan seluruh lembaga pemerintah untuk menggunakan software legal di seluruh jajarannya.

Dengan penggunaan perangkat lunak Opens Source, selain menghindari menggunakan perangkat lunak yang legal, juga bisa menghemat anggaran. Bayangkan saja, jika saat ini diperkirakan terdapat sekitar 800ribu komputer di seluruh instansi pemerintah dan semuanya menggunakan Windows Vista (min $121, Bhinneka.com) dan Microsoft Office (Rp 880000, sumber:Bhiineka.com), maka jumlah anggran yang harus disediakan paling tidak sekitar 1,7T rupiah.

Masalah lain adalah apakah semua instansi pemerintah sudah mempunyai sumber daya manusia yang memadai atau paling tidak mau belajar menggunakan Open Source. Karena bermigrasi bukanlah suatu pekerjaan yang menyenangkan terutama bagi yang sudah terlena menggunakan Sistem Operasi Windows. Hal ini disebabkan saat ini masih banyak perguruan tinggi yang berbasis IT bukan mengajarkan mahasiswanya menggunakan komputer, tetapi bagaimana menggunakan Windows. AKibatnya ketika mahasiswa atau alumni dihadapkan pada sistem operasi yang berbasis Open Source seperti Linux, mereka akan menganga.

Melihat kenyataan ini, diperlukan keinginan yang kuat dari semua pihak, baik dari perguruan tinggi (dengan menyesuaikan kurikulum), maupun pemerintah untuk lebih mendorong penggunaan perangkat lunak yang berbasis open source. Sudah waktunya para pengajar membimbing anak didiknya untuk bisa menggunakan komputer, bukan hanya sekadar menggunakan Windows.

Sosialisasi juga perlu dilakukan, sebab masih banyak pengguna komputer yang mengira bahwa Microsoft Windows (Xp, Vista) adalah segalanya. Mereka tidak/belum mengetahui bahwa ada Sistem Operasi lain yang lebih handal, murah dan legal dari Windows.

Pelatihan-pelatihan juga perlu diperbanyak, terutama pelatihan bagi pengajar. Pemerintah tidak bisa berharap agar pengajar mau belajar dengan kesadaran sendiri, walaupun banyak juga yang sudah belajar secara otodidak dengan menggunakan tutorial-tutorial yang banyak tersedia di internet (misalnya: ilmukomputer.com).

Mudah-mudahan semua usaha yang dilakukan bisa membuahkan hasil sehingga tidak menjadikan negara kita jauh tertinggal dari Timor Leste dalam penggunaan perangkat lunak berbasis Open Source. Sudah saatnya kita berhenti memberikan uang kita kepada Bill Gates yang sudah sangat kaya itu.

Baca selengkapnya ...

13 Mei 2009

Susahkah menggunakan Linux?

Pertanyaan ini nampaknya akan selalu muncul bagi orang pernah dengar-dengar mengenai sistem operasi yang satu ini dan tertarik untuk mencobanya namun tidak berani ambil resiko. Atau, ada juga orang yang pernah melihat dan sedikit mencoba sistem ini di komputer temannya dan merasa agak kesulitan. Semua itu saya kira wajar-wajar saja.
Hal ini sama saja dengan orang yang terbiasa menggunakan motor bebek yang dan beralih ke motor vespa. Tentu ada kesulitan-kesulitan yang pertama akan dihadapi. Tapi benarkah Linux susah bagi orang awam?

Pengalaman pertamaku berkenalan dengan Linux terjadi 11 tahun yang lalu. Saat itu memang benar, Linux masih sepertinya masih sangat susah dipelajari dan dipakai. Antar muka sistem operasi sangat susah.Kebetulan memang, komputer yang saya coba menggunakan text based. Jadi semua perintah diketikan. Tidak memakai mouse, walaupun sebenarnya sudah mendukung. Sistem oprarasinya klo gak salah RedHat (versi??).

Tapi hal itu sudah tidak terjadi lagi sekarang ini. Model text based sekarang biasanya hanya dipakai untuk Linux yang diperuntukkan sebagai server (walaupun bisa juga menggunakan GUI) atau bagi penguna yang memang benar2 "maniak" terhadap linux. Linux dengan ratusan (atau bahkan mungkin ribuan) variannya telah memberikan kenyamanan mata bagi pengguna sistem oprasi ini.
Dikala sistem oprasi windows belum bisa memberikan efek transparant, Linux sudah bisa. Efek 3Dimensi di windows dimulai pada era Windows Vista, padahal Varian Linux, yakni Suse (bukan Susi ya ...) telah menggunakan efek itu jauh sebelumnya. Semua ini jika dilihat dari sisi tampilan.

Nah... bagaimana dengan kemudahan pengoperasian?
Menurut pengalaman saya, sebenarnya sama saja. Selama kita mengenal komputer dengan baik, kita dengan mudah beradaptasi.
Bagi yang pernah menggunakan komputer di era awal 90-an, tentu mengenal dengan sangat baik WS dan Lotus123. Saat itu, kedua aplikasi ini, sangat populer untuk pekerjaan edit dokumen dan spreedsheet. Bagi pengguna yang sudah terlanjur familiar dan lancar menggunakan keduanya, akan "merasa" sangat kesulitan untuk beralih ke MS Word dan MS Excel (keduanya merupakan produk Microsoft). Padahal, kita yang berada di era sekarang ini, tentu akan berkata sebaliknya.
Hal yang sama tentu akan terjadi juga ketika beralih ke Linux. Setidaknya itulah yang terjadi ketika UGM dengan program UGOS-nya, mulai mencapakan gerakan open source ke semua unit-unit universitas. Kesulitan terbesar sebenarnya adalah "KETAKUTAN UNTUK BERUBAH".

Selain penggunaan, bagaimana dengan instalasi? Katanya susah.....!
Saya dengan berani menjawab bahwa, pada saat instalasi Linux (khususnya Ubuntu) jauh lebih mudah dari pada Instalasi Windows. Kesulitan utama hanya ada pada saat pembagian dan penentuan partisi, apalagi kalau mau menggunakan dual boot. Tapi selain dari itu, saya tinggal klik Next..Next... dan Next. Setelah selesai, maka aplikasi standar, mulai dari word processor sampai pemutar image editing sekelas Photoshop telah terintal dengan baik... dengan hanya menggunakan 1 CD.

Bandingkan dengan windows... setelah SO Windows terinstal, install MS Office (tentu dgn CD yang berbeda), kemudian instal ini ... itu ... dll.

Bagaimana kalau mau mencoba, tetapi tidak mau ambil resiko. Solusinya sangat mudah. Kita tinggal menggunakan CD intaller Ubuntu sebagai Live CD. Ubuntu akan berjalan di komputer kita tanpa terinstal. Dengan Live CD kita sudah bisa mencoba aplikasi standar Ubuntu (Word processing, Spreedsheet, Presentation, game, Browser, dan sebagainya). Kelemahannya, terasa lambat, karena berjalan dari CD-ROM.

Satu hal lagi, selama memakai menginstal Ubuntu di kompi2 yang saya miliki, hampir selalu tidak ada masalah dengan hardware. Tentu saja, hal ini tidak selalu berlaku. Ubuntu selalu bisa mengenali hardware yang saya pake dengan baik. Printer pun demikian. Jadi klu driver printer di windows anda hilang, maka silahkan pusing sampai 8 keliling. Tp di,Ubuntu tidak demikian. Setelah instalasi dasar, printer (terutama merek HP) langsung bisa dipakai.

Keunggulan lainnya, komputer kita akan lebih aman terhadap ancaman virus. Keluhan utama bagi teman2 yang mengunakan windows adalah soal virus. Efeknya, tiada hari tanpa up-date antivirus. Sebuah pekerjaan yang membosankan.

Kalaulah, mau dikemukakan semua kelebihan Linux(Ubuntu) tentu tidak cukup 1-2 halaman. Tujuan saya menulis ini, hanya sekedar membuka mata bagi yang sudah terlanjur takut dengan Linux. Linux tidak lah seseram yang dibayangkan. Bahkan Ubuntu sebagai salah satu varian Linux yang paling banyak dipakai mempunyai semboyang "Linux for human being".

Seharusnya kita lebih takut terhadap dosa dan virus yang selalu membayangi pengguna windows. Dengan memakai Ubuntu, kedua hal tersebut bisa diatasi.

Dari pada menggunakan Windows bajakan, mari gunakan software Open Source. Dosa kita sudah terlalu banyak untuk ditambah lagi.

Semoga bermanfaat.

Baca selengkapnya ...

04 Desember 2008

Cara Instal Network Simulator (NS-2.31) pada Linux Ubuntu 8.10 (Intrepid Ibex)

Network Simulator atau NS-2 merupakan sebuah tool simulasi yang sangat sering dipakai para peneliti untuk mensimulasikan model jaringan (Network Model). Tools ini dipakai karena mempunyai anyak kelebihan.

Oleh karena itu, pada bagian ini saya akan mencoba membuat tutorial instalasi NS-2 pada Linux Ubuntu 8.10. Terus terang, sudah lama saya berusaha mencoba instalasi NS-2 ini pada Ubuntu tapi tidka pernah berhasil. Saya sudah mencobanya sejak Ubuntu 7.04. banyak sih orang yang sudah berhasil menginstalnya di distro ini. Jadi... kesalahan bukan pada distronya ya.. Kesalahan ada pada saya... he he.

Karena sekarang saya sudah berhasil menginstallnya di Ubuntu 10 (Intrepid Ibex), maka dengan senang hati akan membagi ilmu ini kepada para pembaca.

Oke... kita mulai saja.
Pertama tentu saja Anda harus mendownload NS-2. Anda bisa mendowload versi terbaru yakni NS-2.31. Versi terbaru tentu mempunyai lebih banyak fitur.
Anda bisa mendownloadnya di sini. Sebaiknya anda memilih versi allinone (ns-allinone-2.31.tar.gz)

Sebagai gambaran, saya akan menginstalnya pada komputer dengan user name: nisa-abdo. Nanti Anda bisa menyesuaikan diri.

Setelah mendownload ns-allinone-2.31.tar.gz, saatnya Anda memeriksa paket Ubuntu yang sudah terinstal di komputer Anda. Ada beberapa paket yang harus ada untuk menjalankan NS-2 dengan sukses.

Melalui Synaptic Manager, pengecekan bisa dilakukan. Klik tombol search yang ada di synaptic manager, kemudian lakukan pencarian paket-paket berikut ini: build-essential dan libxmu-dev. Jika keduanya belum terinstal, beri tanda centang pada kedua paket itu, kemudian klik Apply. Jika sudah selesai, ikuti langkah berikut ini:

Copy file ns-allinone-2.31.tar.gz ke dalam direktory /home/nisa-abdo (perhatikan bahwa saya menggunakan komputer dengan user: nisa-abdo).

Bukalah terminal kemudian ekstrak file ns-allinone-2.31.tar.gz dengan perintah:

nisa-abdo@nisa-abdo$ tar -xzvf ns-allinone-2.31.tar.gz

Hasil ekstrak-nya berupa sebuah folder dengan nama ns-allinone-2.31.

Masuk ke folder ns-allinone-2.31 dengan perintah:

nisa-abdo@nisa-abdo$cd /ns-allinone-2.31

Ketikkan perintah berikut:

$./install

Lamanya instalasi tergantung dari kecepatan komputer Anda. Jadi Anda bisa menunggu sambil minum kopi. he he.

Setelah selesai (dan tidak ada error), maka sekarang saatnya membuat path profile-nya. MAsih di terminal, ketikkan perintah berikut:

$gedit ~/.bashrc

Hasil perintah ini, akan terbuka sebuah file. Tambahkan code berikut ini pada bagian akhir dari file tersebut. PERHATIKAN: silahkan ganti setiap "/home/nisa-abdo" dengan "/home/username_anda" (tanpa tanda kutip).

# LD_LIBRARY_PATH
OTCL_LIB=/home/nisa-abdo/ns-allinone-2.31/otcl-1.13
NS2_LIB=/home/ns/nisa-abdo-allinone-2.31/lib
X11_LIB=/usr/X11R6/lib
export LD_LIBRARY_PATH=$LD_LIBRARY_PATH:$OTCL_LIB:$NS2_LIB:$X11_

# TCL_LIBRARY
TCL_LIB=/home/nisa-abdo/ns-allinone-2.31/tcl8.4.14/library
USR_LIB=/usr/lib
export TCL_LIBRARY=$TCL_LIB:$USR_LIB
# PATH
XGRAPH=/home/nisa-abdo/ns-allinone-2.31/bin:/home/nisa-abdo/ns-allinone-2.31/tcl8.4.14/unix:/home/nisa-abdo/ns-allinone-2.31/tk8.4.14/unix
NS=/home/nisa-abdo/ns-allinone-2.31/ns-2.31/
NAM=/home/nisa-abdo/ns-allinone-2.31/nam-1.13/
PATH=$PATH:$XGRAPH:$NS:$NAM

Setelah selesai, simpan perubahan tersebut, dan kembali ketikkan perintah berikut di terminal.

$ source ~/.bashrc

Kemudian restart komputer Anda. Kembali ke terminal.

$cd ns-allinone-2.31

Kemudian ketik:

$ ns

Setelah muncul tada %, ketikkan perintah "exit"(tanpa tanda petik) untuk kembali ke tanda "$".

Sekarang tiba saatnya men-validate. Validate dilakukan dengan perintah berikut:

$ cd ns-2.31
$ ./validate

Proses validasi ini cukup memakan waktu.

Jika sudah selesai, kita bisa mengetest instalasi dengan menjalankan script bawwan dari ns-2.31.


$ cd /home/ns/ns-allinone-2.31/ns-2.31/tcl/ex/
$ ns simple.tcl

Jika keluar sebuah grafik yang menjalankan sebuah simulasi, berarti instalasi Anda sudah berjalan dengan sukses.

Selamat Mencoba, semoga berguna.

A | Kha

Baca selengkapnya ...

23 November 2008

Handphone (LG KU250) Sebagai Modem pada Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex

Setelah kemarin berhasil menginstal dan meng-update Ubuntu 8.10 (intrepid Ibex) dan Ubuntu 8.04 (keduanya Open Source), saya kemudian mencoba untuk menggunakan handphone LG KU250 pada sebagai modem pada ubuntu 8.10 (untuk Ubuntu 8.04 liat di sini)buat ngakses internet. Handphone type ini memang dulunya saya beli buat jadikan modem, karena sudah mendukung 3G dgn harga yang 1juta-an rupiah. Tapi selama ini masih sering dipakai di Windows XP saja.
Pada prinsipnya, langkah yang saya gunakan sama saja dengan ketika saya coba instal di Ubuntu 8.04.
Cuma ketika saat pertama kali saya hubungkan antara port USB dan Handphone LG KU250, ada sedikit kejutan yang diberikan oleh Ubuntu 8.10. Yakni secara tiba-tiba muncul pop up yang menginformasikan beberapa Acces Point yang perbah saya setting di hand[hone tersebut. Diantaranya Telkomflash, Indosat IM3, dan IM2. Saya disuruh untuk memilih yang mana yang saya akan pakai. Karena saat ini simcard yang tertanam di handphone itu adalah IM2, maka saya pun memilih IM2. (pada Ubuntu 8.04 hal ini tidak terjadi)

Ok... kita mulai.
Karena saya yakin bahwa handphone ini sudah dikenal baik oleh Ubuntu, maka saya langsung masuk ke terminal. Aplications >> Accessories >>Terminal
Kemudian saya lakukan perintah-perintah berikut:

nisa-abdo@nisa-abdo:~$ sudo su [enter]
[sudo] password for nisa-abdo: ******** [enter]
root@nisa-abdo:/home/nisa-abdo# cd .. [enter]
root@nisa-abdo:/home# cd .. [enter]
root@nisa-abdo:/# wvdialconf [enter]
root@nisa-abdo:/home/nisa-abdo# wvdialconf [enter]
Editing `/etc/wvdial.conf'.

Scanning your serial ports for a modem.

Modem Port Scan<*1>: S0 S1 S2 S3
WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 Z -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
ttyACM0<*1>: Modem Identifier: ATI -- Manufacturer: QUALCOMM INCORPORATED
ttyACM0<*1>: Speed 4800: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 9600: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 19200: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 38400: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 57600: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 115200: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 230400: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 460800: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Max speed is 460800; that should be safe.
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK

Found an USB modem on /dev/ttyACM0.
Modem configuration written to /etc/wvdial.conf.
ttyACM0: Speed 460800; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"

Kemudian saaya lanjutkan dengan mengedit wvdialconfig untuk memasukkan paramaeter atau data data untuk berhubungan dengan IM2

root@nisa-abdo:/home/nisa-abdo# gedit /etc/wvdial.conf
[enter]

muncul sebuah teks editor. Editlah sesuai dengan settingan operator Anda. Sebagai contoh, saya menggunakan IM2. Phone number *99#, Access Point:indosatm2, username: ****** (rahasia dong) dan password: ******* (rahasia juga). Lihat contoh berikut:

[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem Type = USB Modem
ISDN = 0
New PPPD = yes
Phone = *99#
Modem = /dev/ttyACM0
Username = XXXXXXX
Password = XXXXXXXXX
Baud = 460800

Kalau sudah diedit, silahkan di save dan ditutup. Kemudian ketikkan perintah berikut untuk mendial:

root@nisa-abdo:/home/nisa-abdo# wvdial

perintah ini kemudian akan memunculkan beberapa baris yang tidak perlu kita tahu maksudnya apa. Kalimat-kalimat yang muncul mungkin pada termianal seperti ini:

--> WvDial: Internet dialer version 1.60
--> Cannot get information for serial port.
--> Initializing modem.

--> Sending: ATZ
ATZ OK
--> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 OK --> Modem initialized.
--> Sending: ATDT*99#

--> Waiting for carrier. ATDT*99# CONNECT
--> Carrier detected. Waiting for prompt.

--> Don't know what to do! Starting pppd and hoping for the best.

--> Starting pppd at Fri Nov 21 16:46:29 2008

--> Pid of pppd: 7186

--> Using interface ppp0
--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]
--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]

--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]

--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]

--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]

--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]
--> local IP address 114.58.95.8
--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]
--> remote IP address 10.64.64.64

--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]
--> primary DNS address 202.155.0.10
--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]

--> secondary DNS address 202.155.0.15
--> pppd: �[07]�[08]�[05]�[08]


atau penampakan seperti pada gambar berikut:

[GAMBAR TERMINAL]

Nah.. jika demikian berarti sudah terkonek.

Tapi ketika saya mencoba browsing, ternyata belum bisa. PAdaha, download email pakai Thunderbird, YM pakai Pidgin dan Kopete sudah mantap.
Setelah tanya ke sana kemari, masalahnya ada di settingan Firefox. Firefoxnya dalam keadaan stting mode offline. Jadi saya harus kembalikan lagi. Pada window firefox klik Menu File >>Work Offline (tanda centang dibuka).

Beres deh...!

Oh.. iya kalaumau disconnect secara umu terdapat dua cara yakni cara lemubt dan anarkis. Mau pilih yang mana..? Yang lembut aja ya... .
Kembali ke terminal (selama koneksi, terminal jangan sampai ditutup karena ini merupakan salah satu cara anarkis untuk Disconnect). Kemudian tekan Ctrl+C di keyboard.

Komentarnya ya? Kalau ada pertanyaan, semoga saya bisa jawab.
Selamat mencoba.


A | Kha

Baca selengkapnya ...

21 November 2008

Update (lagi) ke Ubuntu 8.10

Setelah menunggu lama (sejak awal Oktober 2008), akhirnya tanggal 30 Oktober, versi terbaru Ubuntu dengan Codename Intrepid Ibex keluar juga dari lembah pertapaanya. Begitu lamanya, saya malah mengira tidak jadi keluar di bulan Oktober he he... Nah.. saya berpikir saat itu, kalau keluarnya bulan November tidak dinamakan Ubuntu 8.10 lagi, tapi Ubuntu 8.11 (sesuai dengan bulan keluarnya).

Saya begitu menunggu versi ini karena pada versi 8.04, masih terdapat masalah ketika dijalankan di Notebook yang saya pakai. Setidaknya ada dua, yakni ketika jack speaker ekternal saya colokkan, suara dari speaker internal tetap keluar (biasanya kan langsung off secara otomatis), dan tidak mampu mendeteksi status baterai dengan tepat. Terkadang, dianggap tetap pakai baterai walaupun kabel power saya colokkan ke listrik.

Tapi syukurlah, akhirnya versi terbaru itu keluar juga. Namun demikian saya tidak bisa serta merta melakukan upgrade karena kesibukan kuliah. Cuma persiapan awal yang saya bisa lakukan lakukan, misalnya dengan melakukan backup.

Nah setelah mendownload ISOnya dan membakarnya, sayapun melakukan update.

Untuk kali ini saya melakukan fresh installation. Partisi tempat Ubuntu 8.04 bercokol akan saya format. Tapi, perlu diketahui bahwa, selama ini saya memang menyediakan partisi khusus untuk /home. Dengan harapan bahwa jika suatu saat saya melakukan Updaate, semua file2 dan beberapa setting-an tidak terganggu.

Untuk proses Update, bisa langsung mengacu ke www.ubuntu.com. Disana disediakan tutorial bergambar. Jadi bagaimanapun cara Anda akan melakukan proses update, akan terbantu.

Dan memang, setelah proses instalasi selesai dan restart, yang nampak pertama adalah settingan dekstop tidak berubah. Baik konfigurasi warna maupun wallpapernya.
Jadi kesimpulan saya, semua konfigurasi dekstop tersimpan di /home.

Karena ini masih konfigurasi dasar, tentu saja beberapa aplikasi belum terinstal.

Untunglah tadi pagi saya ke kampus dan melakukan proses update dan penginstalan beberapa paket untuk kebutuhan sehari-hari. Saya lakukan di kampus, karena kebetulan pada jaringan kampsu disediakan mirror untuk repository. Sehingga lebih cepat.

Beberapa aplikasi tambahan yang saya instal diantaranya: Audacious (Pengganti XMMS, mp3 player), VLC (player video serba guna, hampir semua format bisa dia mainkan, Downloader for X (Download Manager), Kopete (buat YM, walaupun sudah ada Pidgin yang terinstal secara default pada instalasi dasar), Thunderbird (Email Client), Grisbi (Aplikasi pengaturan Keuangan), Compiz Manager dan Emerald (buat tampilan yang lebih elegan), dan lainnya.

Akhirnya, tampilan dekstop Ubuntuk dan program Aplikasi kembali seperti semula. Email yang sudah terdownload dulu, kembali nampak di Inbox Thunderbird tanpa ada yang berkurang. He he... ! Begitupun dengan beberpa file yang dulu belum sempat selesai didownload oleh Downloader fo X juga masih bercokol disana dan ketika program ini saya buka, proses download dia lanjutkan dengan mulus. Kembali he he he...!

Soal tampilan, jangan ditanya lagi. Saya puas banget pada versi ini. Mudah-mudahan pada bulan April tahun depan, Ubuntu versi 9.04 jauh lebih lagi.
Coba liat screenshot yang saya tangkapkan di bawah ini:
Indah...kan?

Oh iya.... mengenai masalah suara tadi, pada versi ini sudah tertasi dengan baik.
Cuma baterai kayaknya belum teratasi. Kadang si Ubuntu masih bingung menentukan status baterai.

Selain baterai, masih ada satu hardware yang kayaknya masih bermasalah di notebook-ku ini, yakni fingerprint. Nanti saya akan coba cek lagi, apa ada aplikasi di Ubuntu untuk yang satu ini.

Setelah selesai proses update, masih ada satu hal yang ingin saya lakukan yakni, men-setting agar pada Ubuntu 8.10 ini saya bisa gunakan HP LG KU250 sebagai modem untuk koneksi ke Internet. Jika berhasil, akan saya buatkan tutorialnya di blog ini.

Ditunggu saran dan komentarnya..!

regard

A | Kha

Baca selengkapnya ...

19 November 2008

Wuiih.. BMW (mungkin) akan pakai Ubuntu.....!

Suatu kebanggan tersendiri mendengar bahwa ingin menggunakan teknologi Open Source pada mobil keluarannya di beberapa waktu mendatang. Berita ini saya dapatkan di www.techradar.com. Berkat Google Android dan Linux, pabrik mobil berbasis di Jerman itu telah membuat keputusan yang mengagetkan ini. Pihak BMW mengatakan bahwa mereka ingin mendapatkan sistem otomotif tidak berbayar pada mobil-mobil buatannya.

Fasilitas ini nantinya akan mempermudah perusahan lain yang ingin menambah layanan seperti hiburan, berita dan aplikasi lainnya ke mobil BMW. Untuk memperlancar hal ini, BMW meminta pabrik mobil yang lain untuk bergabung dengan harapan proses pengembangan aplikasi bisa lebih cepat.

Presiden BMW yakin akan perkembangan platform terbuka yang membuat software open source lebih berkembang, dan dapat diterima oleh masyarakat.
Saat ini, pabrik mobil yang lain masih lambat beradaptasi dengan Open Source. Misalnya General Motor yang baru mengatakan "akan berpikir menggunakan platform terbuka". Sedangkan Ford masih enggan untuk meninggalkan Windows.

Semoga, di dalam BMW nanti terpampang logo kecil berupa lingkaran berwarna coklat (Logo Ubuntu) -sistem operasi favoritku.

regard


A | Kha

Baca selengkapnya ...

16 November 2008

Menggunakan Handphone (LG KU250) untuk koneksi Internet pada Ubuntu 8.04

Untuk mendeteksi apakah handphone yang kita gunakan bias dikenali oleh Ubuntu 8.04 dengan baik, bias dicek pada System Log ketika kita colokkan kabel data ke port USB. Bukalah jendela System Log melalui [System]-[Administration]-[System Log] sehingga terbuka System Log Viewer. Pada bagian message, geser scroll bar sampai baris terakhir.
Kemudian koneksikan Handphone LG KU250 ke port USB, dan perhatikan pesan yang muncul pada bagian message dari System Log Viewer.
Berikut contoh pesan yang paling terakhir muncul:
Jul 19 20:15:39 otak-korzzlet kernel: [ 62.851371] input: USB Optical Mouse as /devices/pci0000:00/0000:00:1d.2/usb3/3-1/3-1:1.0/input/input11
Jul 19 20:15:39 otak-korzzlet kernel: [ 62.872755] input,hidraw2: USB HID v1.10 Mouse [USB Optical Mouse] on usb-0000:00:1d.2-1
Jul 19 20:19:52 otak-korzzlet kernel: [ 102.716748] usb 1-2: new full speed USB device using uhci_hcd and address 5
Jul 19 20:19:52 otak-korzzlet kernel: [ 102.725153] usb 1-2: configuration #1 chosen from 1 choice
Jul 19 20:19:53 otak-korzzlet kernel: [ 102.995205] cdc_acm 1-2:1.0: ttyACM0: USB ACM device
Jul 19 20:19:53 otak-korzzlet kernel: [ 102.997270] usbcore: registered new interface driver cdc_acm
Jul 19 20:19:53 otak-korzzlet kernel: [ 102.997278] /build/buildd/linux-2.6.24/drivers/usb/class/cdc-acm.c: v0.25:USB Abstract Control Model driver for USB modems and ISDN adapters
Perhatikan yang berwarna biru. Pesan inilah yang muncul ketika saya mengkoneksikan LG KU250 dengan USB Port. Pada bagian yang saya beri tebalkan (bold), terlihat bahwa modem di hp tersebut dikenal sebagai ttyACM0. Bisa saja kepunyaan anda dikenal dengan sedikit perbedaan.
Intinya... modem HP LG KU250 telah dikenal dengan baik di Ubuntu 8.04.
Kemudian, bukalah terminal melalui Application-->Terminal dan masuklah sebagai root dengan mengetikkan sudo su dan diikuti dengan password root anda. Perhatikan berikut ini. Sebagai tambahan, saya bekerja pada sebuah laptop dengan username zhumphallabbux.
zhumphallabbux@otak-korzzlet:~$ sudo su
[sudo] password for zhumphallabbux: [masukkan password Anda di sini, tanpa tanda kurung]
Kemudian ketikkan wvdialconf yang diikuti dengan Enter, sehingga keluar pesan seperti berikut:
root@otak-korzzlet:/home/zhumphallabbux# wvdialconf
Editing `/etc/wvdial.conf'.
Scanning your serial ports for a modem.
Modem Port Scan<*1>: S0 S1 S2 S3
WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 Z -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 -- OK
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
ttyACM0<*1>: Modem Identifier: ATI -- Manufacturer: QUALCOMM INCORPORATED
ttyACM0<*1>: Speed 4800: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 9600: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 19200: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 38400: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 57600: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 115200: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 230400: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Speed 460800: AT -- OK
ttyACM0<*1>: Max speed is 460800; that should be safe.
ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
Found an USB modem on /dev/ttyACM0.
Modem configuration written to /etc/wvdial.conf.
ttyACM0: Speed 460800; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"
Perhatikan pada baris ketiga dari terakhir, bahwa sistem telah menemukan modem pada /dev/ttyACM0. Lanjutkan dengan kofigurasi koneksi ke operator anda dengan cara mengetik
gedit /etc/wvdial.conf” yang diikuti dengan Enter –tanpa tanda kutip-.
root@otak-korzzlet:/home/zhumphallabbux# gedit /etc/wvdial.conf [Enter]
Sehingga muncul sebuah jendela gedit yang mengandung konfigurasi wvdial. Editlah konfigurasi tersebut, sesuai dengan petunjuk dari operator yang Anda gunakan.
Hasil edit yang telah saya lakukan seperti berikut ini:
[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
INIT3 = AT+CGDCONT=1,"IP","telkomsel"
Modem Type = USB Modem
ISDN = 0
Phone = *99***1#
Modem = /dev/ttyACM0
Username = telkomsel
Password = telkomsel
Baud = 460800
Konfigurasi ini saya pakai untuk menggunakan Telkom Flash-nya Telkomsel.
Untuk operator lain , misalnya Indosat dengan im3-nya, mungkin hanya pada bagian INIT3 = AT+CGDCONT=1,"IP","indosatgprs" yang Anda perhatikan, Sedangkan untuk passsword dan username, gunakan “indosat” untuk volome based atau "indosat@dursi" untuk timebased.
Setelah selesai, simpan perubahan yang telah anda lakukan dan tutup konfigurasi ini untuk kembali ke terminal.
Sekarang, Anda sudah bisa melakukan koneksi ke internet, dengan cara menetik wvdial di teminal, sehingga muncul pesan seperti berikut ini:
root@otak-korzzlet:/home/zhumphallabbux# wvdial
--> WvDial: Internet dialer version 1.60
--> Cannot get information for serial port.
--> Initializing modem.
--> Sending: ATZ
ATZ
OK
--> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
OK
--> Sending: AT+CGDCONT=1,"IP","telkomsel"
AT+CGDCONT=1,"IP","telkomsel"
OK
--> Modem initialized.
--> Sending: ATDT*99***1#
--> Waiting for carrier.
ATDT*99***1#
CONNECT
--> Carrier detected. Waiting for prompt.
--> Don't know what to do! Starting pppd and hoping for the best.
--> Starting pppd at Sat Jul 19 20:47:44 2008
--> Pid of pppd: 9053
--> Using interface ppp0
--> pppd: ��[06][08]@�[06][08]ا[06][08]
--> pppd: ��[06][08]@�[06][08]ا[06][08]
--> pppd: ��[06][08]@�[06][08]ا[06][08]
--> pppd: ��[06][08]@�[06][08]ا[06][08]
--> pppd: ��[06][08]@�[06][08]ا[06][08]
--> pppd: ��[06][08]@�[06][08]ا[06][08]
--> local IP address 10.132.126.99
--> pppd: ��[06][08]@�[06][08]ا[06][08]
--> remote IP address 10.64.64.64
--> pppd: ��[06][08]@�[06][08]ا[06][08]
--> primary DNS address 202.3.208.10
--> pppd: ��[06][08]@�[06][08]ا[06][08]
--> secondary DNS address 202.3.210.10
--> pppd: ��[06][08]@�[06][08]ا[06][08]
JIka terminal Anda menampilkan pesan yang kurang lebih seperti di atas,berarti …..Selamat Berinternet ria…!!
Selamat mencoba. Seperti biasa, penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena menggunakan turorial ini. Resiko ditanggung sendiri.

Baca selengkapnya ...

Cara Mengembalikan GRUB Ubuntu.

Bagi kita yang masih menggunakan atau menginstal dua buah sistem operasi yakni Sistem Operasi Windows dan Linux pada satu buah komputer kadang-kadang mengalami kesulitan ketika Windows mengalami masalah dan perlu diinstal ulang.
JIka hal ini terjadi, maka proses booting yang pada mulanya dipegang oleh si "Tux" akan diambil alih oleh di "Jendela", sehingga kita tidak bisa masuk ke Sistem Operasi Linux, padahal sistem si Linux sudah kita "dandani" sedemikian rupa sampai kita tidak mampu mengalihkan pandangan ketika menatapnya.
Sayang ya ... kalau linuxnya kita harus instal ulang juga.
Berikut inicara untuk mengembalikan Grub Linux, khususnya Ubuntu sehingga kita bisa kembali berlama-lama memandangi si Lunux yang cantik dan menawan itu.
1. Siapkan CD Ubuntu. CD Ubuntu bisa anda dapatkan dengan berbagai cara, misalnya dengan memesan langsung dari canonical melalui www.ubuntu.com. Kalau koneksi anda cukup tangguh bisa download diberbagai server di Indonesia. Bagi yang terkoneksi dengan jaringan INHERENT bisa juga di berbagai mirror yang ada, misalnya http://kambing.ui.edu , http://info.ugm.ac.id atau repo.ugm.a.id
2. Setting bios komputer Anda agar bisa 1st booting via CD.
3. Booting deh.
4. Setelah berada pada Live Session (komputer berjalan dengan menggunakan Sistem Operasi yang ada di CD), bukalah Application >> Accesories..Terminal
5. Pada terminal (bukan terminal mobil ya..., tapi sebuah window yang tampilannya kayak jaman DOS dulu...), kemudian ketik:
sudogrub
6. Ketikkan perintah berikut:
grub>find /boot/grub/stage1
perintah ini bertujuan untuk mencari GRUB-nya
7. lanjutkan dengan perintah:
grub>root (hd0,partisi grub)
8. lanjutkan dengan perintah berikut:
grub>setup (hd0)
9. restart komputer untuk melihat hasilnya.

Agar lebih jelas perhatikan contoh berikut:
ubuntu@ubuntu:~$sudo grub
grub>find /boot/grub/stage1
hd0,5 (ternyata Grub ditemukan di (hd0,5)
grub>root (hd0,5) (parameter hd0,5 didapatkan dari perintah sebelumnya)
grub>setup(hd0)
grub>quit

Mudah-mudahan petunjuk di atas bisa membantu. Kalau ada pengalaman lain, bisa dibagi di blog ini.
Penulis tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang ditimbulkan oleh tutorial ini.

Sumber: http://stmik-tm.blogspot.com

Baca selengkapnya ...
 

blogger templates 3 columns | Make Money Online